Assalamu’alaikum.
Selamat datang di tulisan saya, “Mencoba ngga BINUN”.
Judul itu sengaja saya pilih karena memang saya menulis supaya saya ngga binun.
Binun dengan segala uneg-uneg yang hanya sering bisa saya diskusikan di rumah, dan kebanyakan terjawab dengan senyuman atau diamnya pasangan diskusi saya, yaitu istri tercinta, atau justru menjadi pertanyaan yang menggantung dari anak-anak saya, karena akhirnya saya diskak dan keluarlah jawaban pamungkas, “papa juga belum tahu”.
Atau malah tidak saya diskusikan, karena terlalu absurd.
Kebanyakan tulisan saya adalah tipe Ngunandiko (jawa : menggumam sendiri dalam hati, tanpa maksud minta dikomentari), jadi, silakan dibaca, kalau mau mengomentari silakan, tetapi mungkin saya tidak akan menanggapi komentar Anda, wong namanya juga menggumam sendiri kok dikomentari.
Kenapa saya menulis, bukan latah untuk ngeblog, tapi saya memang pengin latihan nulis, hanya cuma itu saja thok.
Saya dulu berpikir membaca adalah satu-satunya cara memperluas wawasan.
Tetapi, ternyata ini tidak sepenuhnya benar, karena sering sekali kita membaca apa yang menurut kita enak dibaca, atau membaca yang ada/bisa dibaca.
Saya belum “membaca karena memang harus membaca, karena saya harus tahu itu”.
Sekian kali mengedit tulisan istri, baik untuk laporan pekerjaannya, tulisan yang akan dimuat di situs lembaga FEDUs, ataupun untuk pelatihan, seminar/orasi, saya baru sadar bahwa ternyata buku yang dibaca istri jauh lebih banyak dari yang saya baca. Padahal istri mengaku bukan kutu buku.
Padahal juga di rumah kami, saya yang termasuk suka baca buku, bahkan ritual pagi-pun dilengkapi dengan baca (suatu kebiasaan yang belum bisa diterima dengan ihlas warga di rumah).
Membaca 1 buku ternyata hanya memahami 1 buku, sedangkan untuk menulis 1 buku kita perlu membaca dan memahami puluhan bahkan mungkin ratusan buku sebagai referensi.
Itu salah satu alasan kenapa saya menulis, biar tambah pinter.
Jadi, ternyata untuk memperluas wawasan itu justru harus menulis.
Karena dengan menulis itu kita mau tidak mau harus membaca, supaya tahu lebih banyak dari pembaca tulisan kita nanti, supaya tulisan kita lebih muantab.
Jadi saya bertekad untuk mulai menulis.
Medianya? ya disini, pokoknya menulis, apa saja, yang penting ngga binun.
Selamat membaca.
Wassalam