Ibnu Qosim – Mencoba ngga BINUN

12 April 2010

Pahala Crazy

Filed under: Tidak terkategori — aikyu @ 14:05

(Tanpa bermaksud riya. semoga menginspirasi)

Saya tidak tahu persis, apakah istilah itu benar atau tidak, atau setidaknya sudah ada sebelum saya menulis ini atau tidak. Itu tidak penting, karena istilah itu sekilas saja langsung muncul di benak saya ketika bertemu dengan orang-orang yang saya temui beberapa waktu lalu.

Sebenarnya itu istilah lain dari gila pahala, hanya entah kenapa kata crazy lebih menggemaskan bagi saya dan memberikan tekanan lebih. Lebih dari sekedar gemar atau tergila-gila, tapi benar-benar mendarah daging.

Selanjutnya terserah Anda memahaminya. Pokoknya kira-kira begitu lah.

Istilah itu muncul begitu saja di benak saya kira-kira satu tahun yang lalu. Ketika itu saya bertemu dengan seorang bapak muda, mestinya lebih muda dari saya, wong anaknya yang paling besar juga baru masuk SD, sedang anak saya yang pertama sudah kelas 1 SMA.

Bapak muda yang bosan menjadi karyawan dan kemudian memilih jalur bisnis sendiri ini belakangan saya tahu, kesehariannya mengelola bisnis bahan kimia untuk industri. Namanya mengelola, ya mestinya tidak terjun langsung, apalagi bukan manufaktur, tapi trading. (more…)

8 April 2010

Ahli Hisab

Filed under: Tidak terkategori — aikyu @ 09:38

Di kalangan pecinta “lokomotif”, yang selalu ngebul setiap saat tanpa kenal waktu, tempat dan situasi, maka “ahli hisab” ini menjadi istilah keren untuk para pembakar tembakau, yang katanya penyumbang devisa terbesar di negeri ini. Meskipun kadang miris juga ketika tahu bahwa para penyumbang devisa ini, yang menurut Susenas tahun 2001 54,5% pria menjadi ahli hisab ini, ternyata sebagian besar berasal dari keluarga kurang mampu.

Opo tumon, untuk makan sehari-hari saja tidak mencukupi empat sehat lima sempurna kok jadi penyumbang devisa terbesar.

Ono-ono wae, aya-aya wae, ada-ada aja orang bikin istilah untuk membanggakan orang yang tidak mudheng.

Belum lagi beberapa hari terakhir ini, mosok bocah sak precil, sak uprit, buang ingus juga belum lurus, kok bisa menghabiskan 2 bungkus rokok sehari. Dan orang tuanya juga dengan senangnya mensuplai “racun” (istilah mantan bos saya yang pecandu berat barang ini) ini ke anaknya tanpa berusaha mencari tahu bahaya yang ditimbulkannya dan menghentikannya.

(more…)

6 April 2010

Menangis

Filed under: Tidak terkategori — aikyu @ 15:49

Ketika di Vietnam untuk tugas kantor, seperti biasa saya paling senang melihat tayangan NHK Jepang, ketika hampir semua channel menayangkan acara yang tidak bisa saya ikuti bahasanya. Pagi itu, sambil saya bersiap-siap ke tempat kerja melihat acara yang berjudul “Menangis”. Agak aneh memang, karena itu acara talkshow yang menampilkan beberapa nara sumber dari berbagai negara di luar Jepang, tapi membahas sesuatu yang “terlalu” ringan. Tapi menarik juga untuk mencoba mengetahui pandangan orang dari berbagai negara tentang menangis ini.

Beberapa nara sumber sepertinya setuju semua bahwa air mata adalah ungkapan emosi seseorang, terlepas dari trigger dari emosi itu, bisa menyenangkan bisa menyedihkan. Bahkan sumber trigger itu bisa bermacam-macam. Salah satu peserta mengungkapkan bagaimana surat dari ibunya selalu disambut dengan air mata haru, atau peserta lain menangis tersedu-sedu ketika menonton film Titanic dan mendengarkan musik tertentu.

(more…)

Ritual yang Ritual

Filed under: Tidak terkategori — aikyu @ 11:26

Setelah perjuangan panjang dan melelahkan, lelah fisik, pikiran dan khususnya hati, akhirnya alhamdulillah atas ijinNya kami sekeluarga bisa diberangkatkan oleh Allah SWT menuju rumah tuaNya di Bakkah/Mekah.

Perjuangan menyangkut biaya, yang menurut sebagian teman, kami terlalu memaksakan diri, juga perjuangan waktu, karena sampai 5 hari sebelum pengurusan visa, saya masih di luar negeri dan belum tahu kapan pulangnya, sehingga benar-benar ketegangan memuncak, malah hampir saja saya menyerahkan urusan ini ke istri di tanah air untuk memutuskan apakah jadi berangkat atau dibatalkan, mengingat saya masih belum jelas jadual kepulangan ke tanah air.

Tentu saja bukan hanya menyangkut masalah jadual kepulangan saya, tetapi yang jauh lebih penting adalah kesiapan fisik, dana, dan kesiapan anak-anak dalam hal mental mereka.

Namun Allah selalu melihat dan menilai hambaNya dari usahanya. Menjelang detik-detik keputusasaan, datang kabar gembira, bahwa saya bisa pulang ke tanah air 2 hari kedepan. Tentu saja untuk itu harus dibayar mahal dengan kerja keras untuk menyelesaikan tugas. Kabar gembira ini juga langsung disambut keluarga di tanah air dengan mempersiapkan segala hal yang tertunda karena ketidakjelasan schedule tadi. (more…)

Theme: Shocking Blue Green. Blog at WordPress.com.

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.