Tanggal 8 Januari adalah tanggal saya dilahirkan ibu saya ke dunia ini. Sebenarnya sih bukan tanggal 8 Januari, dan ini yang bikin istri sewot awalnya, karena sekian tahun ngasih selamat tanggal 8, eh bukan. Tapi sebenarnya tanggal 7 Januari persis sesudah maghrib. Menurut perhitungan kalender Jawa, yang sebenarnya adopsi dari kalender Hijriyah, maka jam segitu sudah masuk tanggal hari berikutnya. Jadilah ulang tahun saya secara de jure seperti di akte kelahiran, tanggal 8 Januari.
Ketika kecil kebiasaan di kampung saya adalah bancaan dengan memanggil anak-anak sebaya di sekitar rumah ketika anaknya ulang tahun. Saya sendiri tidak ingat persis apakah ibu saya juga membuat bancaan waktu itu. Seingat saya, saya beberapa kali ikut bancaan teman sebaya, tapi tidak pernah mengundang teman-teman main saya untuk makan bancaan di rumah. Mungkin ketika saya kecil ya, ada, tapi saya tidak ingat persis.
Bancaan ulang tahun ala kampung sebenarnya sangat sederhana. Nasi plus gudangan (urap) ditambah ikan asin kecil-kecil digoreng tepung, kalo di keluarga berada, plus telor rebus diiris 8 atau 16 bagian, sangat sporadis. Tapi apa yang lebih nikmat bagi dunia anak kecuali makan makanan istimewa yang lain dari keseharian bersama teman-teman mainnya?