Bagi yang memiliki perut berspesialisasi kantung nasi, tentunya 1.000% setuju dengan judul diatas. Ungkapan berikut pasti sering terdengar, “namanya makan ya harus nasi”, “kalo belum nasi belum makan namanya”, “makan kok roti, kayak bule”, “kalau bukan nasi, kagak nendang!” dan lain-lain.
Namun bagi perut yang tidak terspesialisasi, bertipe non-nasi, seperti perut saya, maka namanya kenyang tidak mutlak harus dipenuhi nasi. Apalagi sampai nasi harus dengan ubo rampenya, perlengkapan khusus, harus ada sayur ini itu, harus ada lalapan ini itu, harus ada sambal ini itu, harus ada kerupuk, harus ada tempe, harus ada ikan asin dan lain-lain, weh lhah, kok jadi rumit amat ya?.
Sebenarnya (more…)