Ibnu Qosim – Mencoba ngga BINUN

8 December 2010

Makan, Ya Nasi

Filed under: Tidak terkategori — aikyu @ 10:35

Bagi yang memiliki perut berspesialisasi kantung nasi, tentunya 1.000% setuju dengan judul diatas. Ungkapan berikut pasti sering terdengar, “namanya makan ya harus nasi”, “kalo belum nasi belum makan namanya”, “makan kok roti, kayak bule”, “kalau bukan nasi, kagak nendang!” dan lain-lain.

 

Namun bagi perut yang tidak terspesialisasi, bertipe non-nasi, seperti perut saya, maka namanya kenyang tidak mutlak harus dipenuhi nasi. Apalagi sampai nasi harus dengan ubo rampenya, perlengkapan khusus, harus ada sayur ini itu, harus ada lalapan ini itu, harus ada sambal ini itu, harus ada kerupuk, harus ada tempe, harus ada ikan asin dan lain-lain, weh lhah, kok jadi rumit amat ya?.

Sebenarnya (more…)

2 November 2010

Catatan Kecil Relawan Bencana Merapi

Filed under: Tidak terkategori — aikyu @ 11:17

Suasana Mengalahkan Segalanya

Catatan kecil penyaluran bantuan untuk korban letusan Gunung Merapi Jawa Tengah 2010

 

Penggalangan dana

Berawal dari keinginan saya dan keluarga untuk mengajak teman-teman mengumpulkan apapun yang bisa dikirim ke Jogja, untuk membantu saudara-saudara kita yang sedang terkena musibah bencana letusan gunung Merapi.

Mengapa kami pilih Jogja, sederhana saja, karena disana kami punya teman yang juga menjadi relawan, bukan karena mengecilkan arti bencana gempa dan tsunawi di kepulauan Mentawai.

 

Namun rencana itu menggelembung, ketika menerima respon dari para pengurus masjid dan RT/RW di mana saya tinggal, juga pengurus serikat pekerja dimana saya bekerja, menjadikan kami berpikir inilah saatnya untuk bertindak dalam skala besar.

Yang tadinya hanya ingin mengirimkan sekedarnya melalui jasa pengiriman, akhirnya ada teman yang menyanggupi meminjamkan kendaraan truk tertutup (mobil box) ukuran besar, serta seorang kakek menyanggupi menyediakan sebuah kendaraan operasional untuk mengangkut relawan yang bersedia berangkat sambil mengawal barang kiriman.

 

Siapa yang jadi relawan? (more…)

12 April 2010

Pahala Crazy

Filed under: Tidak terkategori — aikyu @ 14:05

(Tanpa bermaksud riya. semoga menginspirasi)

Saya tidak tahu persis, apakah istilah itu benar atau tidak, atau setidaknya sudah ada sebelum saya menulis ini atau tidak. Itu tidak penting, karena istilah itu sekilas saja langsung muncul di benak saya ketika bertemu dengan orang-orang yang saya temui beberapa waktu lalu.

Sebenarnya itu istilah lain dari gila pahala, hanya entah kenapa kata crazy lebih menggemaskan bagi saya dan memberikan tekanan lebih. Lebih dari sekedar gemar atau tergila-gila, tapi benar-benar mendarah daging.

Selanjutnya terserah Anda memahaminya. Pokoknya kira-kira begitu lah.

Istilah itu muncul begitu saja di benak saya kira-kira satu tahun yang lalu. Ketika itu saya bertemu dengan seorang bapak muda, mestinya lebih muda dari saya, wong anaknya yang paling besar juga baru masuk SD, sedang anak saya yang pertama sudah kelas 1 SMA.

Bapak muda yang bosan menjadi karyawan dan kemudian memilih jalur bisnis sendiri ini belakangan saya tahu, kesehariannya mengelola bisnis bahan kimia untuk industri. Namanya mengelola, ya mestinya tidak terjun langsung, apalagi bukan manufaktur, tapi trading. (more…)

8 April 2010

Ahli Hisab

Filed under: Tidak terkategori — aikyu @ 09:38

Di kalangan pecinta “lokomotif”, yang selalu ngebul setiap saat tanpa kenal waktu, tempat dan situasi, maka “ahli hisab” ini menjadi istilah keren untuk para pembakar tembakau, yang katanya penyumbang devisa terbesar di negeri ini. Meskipun kadang miris juga ketika tahu bahwa para penyumbang devisa ini, yang menurut Susenas tahun 2001 54,5% pria menjadi ahli hisab ini, ternyata sebagian besar berasal dari keluarga kurang mampu.

Opo tumon, untuk makan sehari-hari saja tidak mencukupi empat sehat lima sempurna kok jadi penyumbang devisa terbesar.

Ono-ono wae, aya-aya wae, ada-ada aja orang bikin istilah untuk membanggakan orang yang tidak mudheng.

Belum lagi beberapa hari terakhir ini, mosok bocah sak precil, sak uprit, buang ingus juga belum lurus, kok bisa menghabiskan 2 bungkus rokok sehari. Dan orang tuanya juga dengan senangnya mensuplai “racun” (istilah mantan bos saya yang pecandu berat barang ini) ini ke anaknya tanpa berusaha mencari tahu bahaya yang ditimbulkannya dan menghentikannya.

(more…)

6 April 2010

Menangis

Filed under: Tidak terkategori — aikyu @ 15:49

Ketika di Vietnam untuk tugas kantor, seperti biasa saya paling senang melihat tayangan NHK Jepang, ketika hampir semua channel menayangkan acara yang tidak bisa saya ikuti bahasanya. Pagi itu, sambil saya bersiap-siap ke tempat kerja melihat acara yang berjudul “Menangis”. Agak aneh memang, karena itu acara talkshow yang menampilkan beberapa nara sumber dari berbagai negara di luar Jepang, tapi membahas sesuatu yang “terlalu” ringan. Tapi menarik juga untuk mencoba mengetahui pandangan orang dari berbagai negara tentang menangis ini.

Beberapa nara sumber sepertinya setuju semua bahwa air mata adalah ungkapan emosi seseorang, terlepas dari trigger dari emosi itu, bisa menyenangkan bisa menyedihkan. Bahkan sumber trigger itu bisa bermacam-macam. Salah satu peserta mengungkapkan bagaimana surat dari ibunya selalu disambut dengan air mata haru, atau peserta lain menangis tersedu-sedu ketika menonton film Titanic dan mendengarkan musik tertentu.

(more…)

Ritual yang Ritual

Filed under: Tidak terkategori — aikyu @ 11:26

Setelah perjuangan panjang dan melelahkan, lelah fisik, pikiran dan khususnya hati, akhirnya alhamdulillah atas ijinNya kami sekeluarga bisa diberangkatkan oleh Allah SWT menuju rumah tuaNya di Bakkah/Mekah.

Perjuangan menyangkut biaya, yang menurut sebagian teman, kami terlalu memaksakan diri, juga perjuangan waktu, karena sampai 5 hari sebelum pengurusan visa, saya masih di luar negeri dan belum tahu kapan pulangnya, sehingga benar-benar ketegangan memuncak, malah hampir saja saya menyerahkan urusan ini ke istri di tanah air untuk memutuskan apakah jadi berangkat atau dibatalkan, mengingat saya masih belum jelas jadual kepulangan ke tanah air.

Tentu saja bukan hanya menyangkut masalah jadual kepulangan saya, tetapi yang jauh lebih penting adalah kesiapan fisik, dana, dan kesiapan anak-anak dalam hal mental mereka.

Namun Allah selalu melihat dan menilai hambaNya dari usahanya. Menjelang detik-detik keputusasaan, datang kabar gembira, bahwa saya bisa pulang ke tanah air 2 hari kedepan. Tentu saja untuk itu harus dibayar mahal dengan kerja keras untuk menyelesaikan tugas. Kabar gembira ini juga langsung disambut keluarga di tanah air dengan mempersiapkan segala hal yang tertunda karena ketidakjelasan schedule tadi. (more…)

13 January 2010

Ulang Tahun

Filed under: Tidak terkategori — aikyu @ 21:58

Tanggal 8 Januari adalah tanggal saya dilahirkan ibu saya ke dunia ini. Sebenarnya sih bukan tanggal 8 Januari, dan ini yang bikin istri sewot awalnya, karena sekian tahun ngasih selamat tanggal 8, eh bukan. Tapi sebenarnya tanggal 7 Januari persis sesudah maghrib. Menurut perhitungan kalender Jawa, yang sebenarnya adopsi dari kalender Hijriyah, maka jam segitu sudah masuk tanggal hari berikutnya. Jadilah ulang tahun saya secara de jure seperti di akte kelahiran, tanggal 8 Januari.

Ketika kecil kebiasaan di kampung saya adalah bancaan dengan memanggil anak-anak sebaya di sekitar rumah ketika anaknya ulang tahun. Saya sendiri tidak ingat persis apakah ibu saya juga membuat bancaan waktu itu. Seingat saya, saya beberapa kali ikut bancaan teman sebaya, tapi tidak pernah mengundang teman-teman main saya untuk makan bancaan di rumah. Mungkin ketika saya kecil ya, ada, tapi saya tidak ingat persis.

Bancaan ulang tahun ala kampung sebenarnya sangat sederhana. Nasi plus gudangan (urap) ditambah ikan asin kecil-kecil digoreng tepung, kalo di keluarga berada, plus telor rebus diiris 8 atau 16 bagian, sangat sporadis. Tapi apa yang lebih nikmat bagi dunia anak kecuali makan makanan istimewa yang lain dari keseharian bersama teman-teman mainnya?

(more…)

6 January 2010

Kembalian Permen

Filed under: Tidak terkategori — aikyu @ 22:26

Sudah sejak menulis terakhir 2 Oktober tahun lalu, tentang “Kupat Tahu Pojok Pasar”, rasanya banyak yang ingin ditulis. Tapi kok ya ada saja alasan (terlalu menuduh keadaan kalau disebut halangan), sehingga semua hilang di angan-angan. Bahkan banyak yang belum sempat saya obrolkan dan ceritakan ke istri dan anak-anak tentang angan-angan dan ide-ide di kepala saya untuk di tulis.

Kebiasaan ngalong yang selama ini saya isi dengan nulis, akhir-akhir ini banyak saya lakukan untuk keperluan Lembaga FEDUs. Atau kalau pun tidak ada yang harus dilakukan untuk FEDUs, maka saya akan banyak baca buku setelah ngobrol dengan anak dan istri.

Oh ya, juga menambah jam tidur, karena sejak 3 bulan terakhir saya banyak diperbudak pekerjaan, sehingga pulang kerja sudah hampir lowbat. Maka charging-nya ya dengan segera tengkurap baca bacaan ringan pengiring ke alam bawah sadar.

(more…)

5 October 2009

Tahu Kupat Pojok Pasar

Filed under: Tidak terkategori — aikyu @ 14:25

Orang tua saya, khususnya ibu saya termasuk orang tua kolot yang sedang tergeser ke zona moderen. Diantara kekolotan yang juga menjadi berkah bagi kami anak-anaknya ataupun anak orang lain yang berinteraksi dengan beliau adalah, kalau datang ke rumah ibu HARUS makan. Efek serius dari prinsip ini adalah, kami dilarang jajan, makan di luar rumah. Kalaupun kami ngeyel tetap makan di luar, maka sepulangnya kami akan mendapat kuliah singkat, padat, berisi, seperti ketupat, “wong neng ngomah akeh panganan, kok trimo jajan panganan pasar ra ono gizine koyo ngono, akeh micine maneh (di rumah banyak makanan kok ya milih jajan makanan pasar gak ada gizinya gitu, banyak micinnya lagi)”. Maka kami anak beranak ini hanya akan menunduk culun dan menjawab “nggih mbah…”, tanpa berani menjawab lebih panjang lagi.

Tapi itu dulu, ketika anak-anak masih seuprit, ingusan, masih gampang sakit, dan yang jelas kami belum tahu treatment yang pas untuk beliau. Maka seiring berjalannya waktu, anak-anak sudah besar dan sudah sempurna sebagai omnivora, pemakan segala, bahkan tergolong pemamah biak, tukang ngemil, serta sudah klik dengan beliau, maka sekarang justru kami sangat enjoy dan dengan leluasa dan terbuka merutinkan jajan, makan di luar ini ketika mudik. (more…)

Ngapin Mudik?

Filed under: Tidak terkategori — aikyu @ 10:55

Pernah ditanyai teman atau siapa pun dengan pertanyaan tersebut?

Kalau saya pernah, dan jawaban saya ya semau saya, “kalau gak mudik nanti saya dicoret dari daftar ahli waris!”.

Tradisi mudik di keluarga kami (saya dan istri) masih kuat. Artinya, mudik adalah sebuah keharusan, kebutuhan yang mendesak dan harus diprioritaskan. Jadi kalau tidak ada alasan yang signifikan, mudik is a must. Itu dari sisi kami, anak, maupun dari sisi orang tua kami.

Bagi kami, mudik adalah salah satu tanda bekti ke orang tua. Silakan kalau Anda menilai lain. Jadi bukan hanya masalah rutinitas lebaran, tapi lebih ke tanda bakti dan niat menyenangkan orang tua, khususnya ibu (kalau bapak biasanya, yo wis sak karepmu, terserah).

Hanya satu kali kami tidak mudik selama hidup di rantau, yaitu ketika kami harus menyiapkan dana lahir dan batin untuk ibadah rukun islam ke lima kami, dimana waktu itu semboyannya, “mangan ora mangan kudu haji”.

Ketika saudara lain tidak bisa mudik dengan alasan yang tidak mengada-ada, maka kehadiran salah satu keluarga anak adalah obat mujarab untuk orang tua kami. (more…)

Older Posts »

Theme: Shocking Blue Green. Blog at WordPress.com.

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.